Sekilas, saya melihat topiknya Tukul di acara Bukan 4 Mata adalah “ Work Hard, Play Hard “. Meskipun acaranya suka-suka, saya rasa ada yang kurang tepat dengan judul tersebut.
Work Hard,
Saya rasa setiap orang saat ini sudah melakukannya. Bahkan saking hard-nya kadang-kadang sampai tidak punya heart.
Dan sebagian orang bahkan meski sudah bekerja dengan sangat hard, tetapi masih tetap ndak punya hart--a.
Menurut saya, mestinya Hard Work. Karena sepertinya tidak semua orang bisa ( atau tidak mau ) melakukannya.
Karena jika orang-orang bisa dan mau melakukannya, tentu mereka lebih punya heart. Sehingga mau berempati dan berbagi.
Play Hard,
Wah ini apalagi. Soalnya kalau menurut saya ( lebih suka ) mengartikannya dengan main keras alias main kayu. Kalau gini repot jadinya.
Dan lagian kalau bagi anak-anak jka terlalu hard, waktu mainnya, nanti ketinggalan belajarnya.
Dan lagian mestinya bukan Play Hard. Karena hal itu sepertinya susah deh melakukannya.
Mestinya Hard – Play. Setelah hard, baru play. Itu baru…..
Work Hard,
Saya rasa setiap orang saat ini sudah melakukannya. Bahkan saking hard-nya kadang-kadang sampai tidak punya heart.
Dan sebagian orang bahkan meski sudah bekerja dengan sangat hard, tetapi masih tetap ndak punya hart--a.
Menurut saya, mestinya Hard Work. Karena sepertinya tidak semua orang bisa ( atau tidak mau ) melakukannya.
Karena jika orang-orang bisa dan mau melakukannya, tentu mereka lebih punya heart. Sehingga mau berempati dan berbagi.
Play Hard,
Wah ini apalagi. Soalnya kalau menurut saya ( lebih suka ) mengartikannya dengan main keras alias main kayu. Kalau gini repot jadinya.
Dan lagian kalau bagi anak-anak jka terlalu hard, waktu mainnya, nanti ketinggalan belajarnya.
Dan lagian mestinya bukan Play Hard. Karena hal itu sepertinya susah deh melakukannya.
Mestinya Hard – Play. Setelah hard, baru play. Itu baru…..




iya, mestinya hard dulu baru play.
BalasHapus